Examples
Jawabanmu untuk pertanyaan mengapa?
Mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan?
Mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doaku?
Apakah meragukan Tuhan itu dosa?
Bagaimana aku mengampuni orang yang sangat menyakitiku?
Mengapa aku merasa begitu jauh dari Tuhan?
Bagaimana aku menghadapi kedukaan setelah kehilangan orang yang kucintai?
Apakah Tuhan masih mengasihiku setelah apa yang telah kuperbuat?
Bagaimana aku berdoa ketika aku tidak tahu caranya?
Bagaimana aku menemukan damai ketika dilanda kecemasan?
Bagaimana aku bisa tahu bahwa Tuhan itu nyata?
Mengapa Tuhan terasa diam ketika aku paling membutuhkan-Nya?
Bagaimana aku melepaskan rasa malu dan rasa bersalah?
Mengapa hal buruk menimpa orang baik?
Bolehkah aku marah kepada Tuhan?
Bagaimana aku menemukan makna ketika hidup terasa hampa?
Bagaimana aku kembali kepada Tuhan setelah bertahun-tahun menjauh?
Aku tidak mengenal Tuhan. Dari mana aku memulai?
Mengapa aku harus percaya kepada Tuhan?
Apa gunanya iman atau agama?
Aku tidak dibesarkan dalam agama apa pun. Bagaimana aku memulai?
Bolehkah aku menjajaki Tuhan jika aku punya lebih banyak pertanyaan daripada jawaban?
Aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Mungkinkah itu Tuhan?
Mengapa orang modern yang berpikir kritis mau percaya kepada Tuhan?
Mengapa aku perlu agama yang terorganisir? Tidak bisakah aku percaya sendiri saja?
Bukankah percaya kepada Tuhan itu hanya kelemahan, atau bahkan kebodohan?
Inilah kata-kata para kudus dan tradisi. Jika ini juga pertanyaanmu,
berbicaralah langsung dengan Faith
— gratis, pribadi, tanpa perlu akun.
← Kembali ke Faith