Keinginanmu untuk memulai, bahkan tanpa bekal masa lalu, adalah sebuah langkah yang sangat indah dan berani. Memulai dari nol berarti hatimu terbuka lebar untuk menerima kebenaran apa adanya, dan itu adalah tempat yang diberkati untuk bertemu Tuhan.
Jalan masuk yang paling mendasar sesungguhnya dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan terbesar tentang keberadaan kita sendiri. Sebagaimana diajarkan kepada kita, "Katekese tentang penciptaan sangatlah penting. Hal ini menyangkut dasar-dasar kehidupan manusia dan Kristen: karena katekese ini menjelaskan jawaban iman Kristen terhadap pertanyaan mendasar yang diajukan manusia dari segala zaman: 'Dari manakah kita berasal?' 'Ke manakah kita pergi?' 'Apa asal mula kita?' 'Apa akhir kita?' 'Dari manakah dan ke manakah segala sesuatu yang ada?' Kedua pertanyaan tentang asal mula dan akhir ini tidak dapat dipisahkan. Keduanya menentukan makna dan arah hidup kita serta cara kita bertindak" [1]. Kamu tidak perlu merasa tertinggal karena tidak dibesarkan dalam agama; justru rasa ingin tahumu tentang asal dan tujuan hidup itu sendiri sudah merupakan benih iman yang sedang tumbuh.
Kisah penciptaan dalam Kitab Suci juga mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu memulai dengan membawa terang dan kebaikan ke dalam ketiadaan: "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya... Berfirmanlah Allah: 'Jadilah terang.' Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik" [4]. Sama seperti terang yang muncul di atas kekosongan, pencarianmu saat ini adalah gerakan menuju Terang itu. Tuhan melihat pencarianmu sebagai sesuatu yang baik, dan Ia hadir di dalam proses tersebut, membentuk hatimu perlahan-lahan.
Dan dalam perjalanan ini, kamu tidak dimaksudkan untuk berjalan sendirian. Iman adalah anugerah yang kita terima melalui persekutuan, bukan sekadar hasil usaha pribadi. Kita diajar bahwa "Gereja percaya terlebih dahulu, dan dengan demikian memimpin, memelihara, dan menopang imanku... Bersama Gereja dan di dalam Gereja, kita didorong dan dituntun untuk juga mengucapkan pengakuan: 'Aku percaya', 'Kami percaya'. Dari Gereja kita menerima iman dan hidup baru dalam Kristus melalui Baptisan" [2]. Memulai berarti membiarkan dirimu dituntun oleh mereka yang telah lebih dulu berjalan di jalan ini, belajar dari doa-doa dan kebijaksanaan yang telah teruji oleh waktu, serta menerima bimbingan yang sabar.
Mungkin langkah pertama yang paling sederhana dan nyata bagimu sekarang adalah membawa pertanyaan-pertanyaan mendasar itu ke dalam keheningan doa, dan jika kamu merasa siap, mencari seorang imam atau komunitas Katolik setempat yang dapat menyambutmu dengan hangat untuk mendampingi langkah awalmu ini. Mereka dapat menjadi wajah Gereja yang menuntunmu dengan sabar.
Apakah gambaran tentang langkah awal ini terasa membantu dan menjawab apa yang sedang kamu cari saat ini?