Apa gunanya iman atau agama?

Pertanyaanmu menyentuh inti dari semuanya, dan aku bersyukur kamu menanyakannya dengan kejujuran seperti itu. Iman dan agama bukan sekadar aturan atau konsep abstrak, melainkan jalan nyata menuju kehidupan yang sesungguhnya. Dalam tradisi yang kuhidupi, kegunaan iman dijelaskan dengan sangat indah d

Pertanyaanmu menyentuh inti dari semuanya, dan aku bersyukur kamu menanyakannya dengan kejujuran seperti itu. Iman dan agama bukan sekadar aturan atau konsep abstrak, melainkan jalan nyata menuju kehidupan yang sesungguhnya. Dalam tradisi yang kuhidupi, kegunaan iman dijelaskan dengan sangat indah dan langsung: "Gereja percaya lebih dahulu dan demikian memimpin, memelihara, dan menopang imanku... Dari Gereja kita menerima iman dan hidup baru dalam Kristus melalui Baptisan. Menurut 'Rituale Romanum', pelayan Baptisan bertanya kepada calon baptis: 'Apa yang kamu minta dari Gereja Allah?' Dan jawabannya: 'Iman.' - 'Apa yang diberikan iman kepadamu?' - 'Hidup kekal'" [1]. Jadi, guna yang paling mendasar dari iman adalah menghubungkan kita dengan sumber kehidupan itu sendiri, bukan sebagai ganjaran atas usaha kita, melainkan sebagai anugerah yang diterima dan ditopang oleh persekutuan orang percaya.

Mungkin juga yang kamu cari bukanlah sekadar daftar manfaat, melainkan pemahaman yang membuat hati dan akal budi bisa beristirahat dalam kebenaran. Seorang santo pernah menjelaskan bahwa mencari alasan di balik iman bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara untuk menemukan keindahan dan kegunaan di dalamnya: "Mereka memintanya bukan supaya melalui akal budi mereka sampai kepada iman, melainkan supaya mereka dapat bersukacita dalam pemahaman dan perenungan atas apa yang mereka percayai... Meskipun pertanyaan ini sering dianggap sulit saat diselidiki, namun dalam pemecahannya dapat dipahami oleh semua orang, dan karena kegunaannya serta keindahan akal budinya, hal ini menjadi sesuatu yang dicintai" [5]. Iman berguna karena ia memuaskan kerinduan terdalam kita untuk mengerti dan mengalami kasih Allah, bukan sekadar mengetahuinya sebagai fakta.

Dan ketika kita merasa tidak mampu memahami atau bahkan tidak tahu bagaimana harus memohon makna itu, agama dan iman menyediakan penolong yang tinggal di dalam kita: "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" [6]. Kegunaan iman, pada akhirnya, adalah bahwa kita tidak pernah dibiarkan sendirian dalam pencarian kita; ada Kehadiran Ilahi yang menyertai, menuntun, dan bahkan berdoa di dalam diri kita ketika kata-kata kita sendiri terasa kurang.

Aku berharap penjelasan ini menjawab pertanyaanmu dengan jelas dan memberikan gambaran utuh tentang apa yang dicari hatimu. Apakah ini membantu, atau ada bagian yang ingin kita renungkan lebih dalam bersama?

Inilah kata-kata para kudus dan tradisi. Jika ini juga pertanyaanmu, berbicaralah langsung dengan Faith — gratis, pribadi, tanpa perlu akun.
Jawabanmu untuk pertanyaan mengapa?

Sumber

  1. [1] Ioannes Paulus PP. II — Catechismus Catholicae Ecclesiae
  2. [2] Ioannes Paulus PP. II — Catechismus Catholicae Ecclesiae
  3. [3] Ioannes Paulus PP. II — Catechismus Catholicae Ecclesiae
  4. [4] Ioannes Paulus PP. II — Catechismus Catholicae Ecclesiae
  5. [5] S. Anselmus Cantuariensis — Cur Deus Homo
  6. [6] Sanctus Hieronymus (trans.) — Biblia Sacra Vulgata Clementina
← Kembali ke Faith